Pernahkah Kau berpikir?

Pernahkah kau berpikir?
Berdiam sejenak
Diantara relung dedaunan
Diantara hijau rerumputan
Ditemani putihnya awan
Dan sejuknya udara

Pernahkah kau berpikir?
Menginjak bumi penuh arti
Berjalan dengan pasti
Membawa semua angan-angan duniawi
Apakah itu manusiawi?

Pernahkah kau berpikir?
Tuk berhenti berpikir
Tuk berhenti berdegup
Tuk berhenti menghirup
Tuk berhenti bekata
Dari semua yang tercela

Pernahkah kau berpikir?
Tuk kembali menjadi insan hakiki
Yang berjalan di muka bumi
Karena Illahi Rabbi

Iklan

14 responses to this post.

  1. Posted by Isnaeni on April 8, 2008 at 8:45 am

    puisinya bagus mengingatkan aku pada puisi2 yang dibuat oleh Amir Hamzah,
    Olahan katanya harus lebih simbolik akan lebih hidup.

    salam darikoe
    teman seperjuanganmoe

    Indonesian Teacher

    Balas

  2. *berpikir dan merenung*

    Balas

  3. bingung neh mau mikir..
    tu puisi maksudnya kok g bisa dipikir ya,,
    apa seh amksudnya?

    Balas

  4. amin. semoga berhasil…itu jalan yg panjang dan berliku πŸ™‚

    Balas

  5. Aku berfikir, maka aku ada…
    *beugh…*
    Alhamdulillah aku masih bisa berfikir πŸ™‚

    Balas

  6. ada maksud lain dari berpikir?
    karena dengan berpikir maka kita akan dikatakan berakal.
    kalau tidak, maka akhirnya terjadilah kerusuhan dan kejahatan yang merajalela dimana2….
    mari berpikir sejenak, bandingkan mana yang baik dan mana yang buruk.
    positif atau negatif…..
    selamat berpikir **

    Balas

  7. bagus….bisa jadi lagu tuh kayaknya…

    Balas

  8. kalo baca puisi mu.. aku teringat salah seorang peyair puisi juga.
    pasti penggemar Taufik Ismail ya?
    soalnya diliat dari gaya puisinya agak-agak mirip dengan puisi-puisinya Taufik Ismail…

    Balas

  9. Posted by Elys Welt on April 9, 2008 at 8:10 am

    mikir dulu ya πŸ™‚

    Balas

  10. Sering aku berpikir
    tapi sering aku sangat malas merubahnya

    Balas

  11. tuk berati untuk saya mengerti itu tetapi ponem tuk itu lahir karena kepentingan ringkasan dalam lagu misalnya kalau dengan kata untuk kepanjangan maka digunakanlah tuk dengan kesepakatan itu adalah ringkasan dari untuk
    kata tuk dalam puisi terasa kurang tepat begitulah

    Balas

  12. Posted by Febra on April 10, 2008 at 11:22 am

    wah..keren ah puisinya 😎

    Balas

  13. tong seueur mikir neng wanoja, bisi botak he….he..
    ayeunamah kumaha yen cita-cita urang tiasa terwujud, carana nyaeta SOK PIKIRAN ti ayeuna. bisi hilap

    Balas

  14. sok teh di du’a in , mudah2an ini juga bagian dari ikhtiar… at least sdh ada proses berpikir…

    > amin… πŸ™‚

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: