boeneoh dirie sosial

ya kata2 ini pernah ku dengar dari Vieny ketika dia menceritakan pengalamannya

dan kemarin saya mengalaminya sendiri, wuiiiiiiiih!!! malu pisaaaaaaaaaaan,

apalagi ma adik tingkat di basa Sunda (Beungeutttttt iyeuhh!!!!),

saya yang sebenarnya hanya

ingin menulis-menulis saja disini apa pun itu termasuk

sajak yang bener2 bebas

 teu kawengku ku sagala aturan penulisan sajak yang bener-bener dari hati

ketika akhirnya ditemukan oleh sang adik kelas yang membacanya

yang notabene

jago banged bikin sajak berbahasa Sunda,

dan akhirnya saya men-delete barang bukti

tersebut takut kebaca ma ya laen…. hehe 🙂

Iklan

2 responses to this post.

  1. hahaaa
    social suicide
    i’ve been there i’ve done that, a lot!
    social suicide terakhirku adalah ketika ‘menolong’ teman dengan datang ke sebuah interview buat jabatan secretary
    that was the worst social suicide i’ve ever had,
    well at least the newest one
    huee
    udah ah
    jadi inget lagi

    > heheh sorry! :P, keep it as a experience, thx dah share story with me… c u

    Balas

  2. aduh suganteh bunuh diri sosial teh sapertos naon.
    gening kitu nya.

    > heheheeh, muhun… 😛

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: