Panasssssss

panas mentari menusuk, melalui tulang iga

membuat keringat kembali bercucuran

mengalir diantara sela-sela dan pori-pori kepala

membutakan setiap pikiran

yang memicingkan mata

mencoba mencari jawaban dari semua hal yang

terjadi,

mengapa?

kenapa?

bagaimana?

harus bagaimana?

apa?

siapa?

terimalah sengatan matahari

yang membakar kulit

rasakanlah pedihnya

karena tidak lebih pedih dari rasa sakit

yang ada dalam hati

yang justru terlindung

diantara organ-organ dalam

terlindung dari semua

dan yang hanya dapat merasakan saja

dengarkanlah detakannya

rasakanlah aliran darahnya

mengalir melalui pembuluh darah

semua itu nyata

tapi apakah dunia ini?

pamggung sandiwara kah?

Iklan

4 responses to this post.

  1. euh… menurut kabayan mah memang panggung sandiwara atuh…
    jadinyah jalani sajah perannyah dengan se baik2 nyah… hayati peran tapinyah jangan dimasukan ke hati neng… jangan terlarut sama peran yang kita perankan..

    Balas

  2. hmmm ciga lirikna tembang gigi nu anyar hehe panas…hehe

    uluh teteh timana wae, sibuknya? nembe nonghol deui geuning 😀 somse lach ayeunamah
    grrrrr templatena anyar yauh heuheu

    Nuhun ach…gejlig

    > Muhun ieu teh nya kitu geuning Teh Liez…
    Hatur nuhun tos kersa ameng kadieu deui
    isin lah teu acan sae he2

    Balas

  3. Posted by silihwawangi on Agustus 2, 2007 at 8:29 am

    matahari ada sejumlah konotasi mengenai matahari: panas, dan sifat2 yang lain yang melekat pada matahari. matahari menjadi sahabat pawang hujan, matahari musuh drakula, matahari dirindukan setiap orang yang semangat hidup

    Balas

  4. Posted by Febra on April 4, 2008 at 11:47 am

    terik matahari itu takkan sanggup mengahalangiku
    walaupun sanggup membakar kulit ariku
    kusingsingkan semua lengan baju
    dan melangkah maju dengan semangat menggebu

    bakar, bakarlah semua yang ada
    semangatku akan tetap membara
    pedih dan perih itu akan hilang karena cinta
    cinta yang selalu bersemayam didalam dada

    begitu banyak hambatan didunia nyata
    berjuta godaan datang menjelma
    jika tak pandai bersyukur dan berdoa
    semua bisa hilang sekejap mata

    > Iam speechles…
    bagus banged sih puisinya… 🙂

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: