Taman Bacaeun

kau terlibat dalam cerita  ini. terlibat tanpa kau sadari tertawalah sebelum kau terlanjur menangis di cianjur. (jangan terjebak oleh tradisi, ada apa dengan “ur”)

sebuah tempat yang ditanami bunga-bunga dan pohonan peneduh, kau biasa

menyebutnya taman, aku menyebutkan taman bacaeun, disisi sebelah kanan tong sampah ada balon kuning yang sudah tak kuning lagi aku menyabutnya balon sisa semalam, sisa semalam kala rembulan tutupi matanya.

waktu itu kau habiskan tiga gelas vodka aku menyebutnya si rusia yang malang, lalu aku ajak kau ketaman, dengan kesejukan yang dihembuskan amarah para pembangkang (aku diberinya rokok). tong sampah yang tak kuketahui lagi warnanya tapi aku menyebutnya tong yang sampah. tak bisa lagi wadahi sisa perempuan tapi tidak mengapa, aku menyebutnya pemda yang vodka atau pemda pemakan lampu taman, yang meninggalkan beberapa protein dalam balon, penukarnya telah kau simpan dalam tas dan percobaan pembunuhan, sayang jarum jam tidak pernah menujukan angka tiga belas.

created by Silihwawangi

ingin menulis saja di sini

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: