Lagi Belajar

Sudah lama tidak menulis di WordPress, ini dikarenakan akhir-akhir ini
saya sibuk mengutak-atik tampilan blog di WordPress.
Walaupun masih belum bisa, malah pusing yang ada.
Tapi kan niatnya belajar semua ada proses dan tahapan yang harus dilalui.
Setidaknya menambah ilmu pengetahuan dan teman juga
Walaupun tersesat di dunia maya, semua ada hikmahnya kan?
Ngomong-ngomong soal belajar, disini ada beberapa pendapat dari teman-teman
yang kebetulan ada di lab komputer sekolah, ketika saya menulis ini

Bu Tri “Belajar itu menyenangkan he…he…he…”

Bu Ocha “Belajar proses perubahan dari tidak tahu menjadi tahu”

Bu Citra “Belajar? em bentar… ya gitu deh!”
(maklom Bu Citra gi sibuk ngerekap niley)

Bu Yatze “Belajar itu suatu proses… ya sama kayak Bu Ocha”
(nah kalau Bu Yatze gi sibuk bantuin Bu Wida ngeprint)

Dan menurut Bu Wida “Belajar itu proses meManusiakan Manusia ya kan?”

Pa Erwan “Belajar itu… ya sama seperti yang tadi, dari tidak tahu menjadi tahu
atau dari tidak bisa menjadi bisa, begitu”

Miss Novi “Belajar itu suatu proses untuk mengetahui sesuatu”

Pa Ayi “Belajar itu… ada deh!”

Ya itulah beberapa pendapat dari teman-teman sesama pengajar.
Mohon maklum kalau ada yang kurang karena masing-masing
dari kami waktu itu sedang sibuk dengan tugasnya.

menurut saya sendiri “Belajar itu proses mendapatkan ilmu pengetahuan, dari yang asalnya tidak tahu menjadi tahu. Ya kurang lebih seperti itu.

Aduuuuuuuuuuuh kayaknya kurang akademis banget ya kata-katanya?
Tapi tak mengapalah “Learning by doing namanya juga”
“ga ada noda ga belajar ya kan?”

sedikit-sedikit siapa tahu nanti menjadi bukit atau gunung sekalian.

Pokoknya tetap semangat untuk belajar!!!

Iklan

5 responses to this post.

  1. Posted by cha on Juni 25, 2007 at 8:47 am

    Bu nen…semangat belajarnya maju trz pnt9 mundur. ca slalu doain. Hidup bu nen … hidup bu nen … hidup bu nen

    Balas

  2. hii lam kenal ya…

    Balas

  3. pokonamah belajar lah….
    hidup belajar!!!

    – Satuju!!!! pisaaaaaaaaan, hayu urang diajar… (tong hilap ngajarkeun abdi nya?) –

    Balas

  4. Posted by aku ayi on Juni 26, 2007 at 7:27 am

    setidaknya kalau aku mati…. bacalah tulisan ini anggaplah ini sebagai wasiat kalau tidak ingin disebut harta warisan. belajar? ayi kapan isuk THB geura diajar atuh, diajar? apakah belajar hanya untuk anak-anak jawabanya adalah hantu nilai merah yang selalu jadi senjata. belajar? kau sudah besar mungkin dibesarkan “belajar” lalu apa belajar. mari aku ajak keruang ide yang lama bersih dari kesegaran berproduksi, belajar milik anak-anak, ceritakan padaku tentang onta berjalan dijaman Rosul. belajar milik anak-anak!

    Balas

  5. ya..betul pisan bu nen… kita emang sedang, akan dan selalu belajar…
    meskipun notabene katanya kita seorang “pengajar” tapi tettep aja kita belajar..justru kita belajar dari anak2 kita yang lucu-lucu itu..ya ga?
    jadi..jangan pernah cape tuk belajar..ok? chayooo…

    – Sumuhun leres pisan Bu Yatze… Hatoer Noehoen iyeuh… –

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: